Ayah Bundaku berasal dari pulau dan suku yang berbeda. Tapi tetap Indonesia dong… Ayahku bernama Muhammad Agus Widiyanto biasa dipanggil Pak Agus. Sulung dari 4 bersaudara. Pak lik, Bulik, saudara-saudara dan teman-teman dekatnya biasa memanggil Mas Wiwid. Aku memanggilnya Abi. Ayahku dari pulau Jawa, bersuku Jawa. Tepatnya berasal dari Trenggalek, sebuah Kabupaten dipesisir selatan sebelah barat Provinsi Jawa Timur. Masa kecil hingga SMA dilaluinya di Trenggalek.
Sedangkan Bundaku dari Pulau Sumatra, yaitu Jambi, tepatnya dari daerah Seberang. Seberang adalah sebutan bagi dua kecamatan di Utara Sungai Batanghari. Sungai Batangari adalah sungai terbesar kedua di Sumatra setelah sungai Musi, alirannya membelah Kota Jambi jadi 2. Yaitu daerah seberang di utara dan darat di selatan Batanghari. Bunda bersuku Melayu. Namanya singkat Yurni, anak ke 7 dari 8 bersaudara. Uwak atau kakak-kakak bunda biasa memanggilnya Nie. Tapi sepupu-sepupu memanggil dengan panggilan kesayangan…Neng. Aku memanggilnya Emak.
Berhubung Ayah Bunda berasal dari daerah yang berjauhan, dan masing-masing punya keluarga besar. Maka disepakati kalo mudik di Hari Raya Idul Fitri bergilir. Kalo tahun ini di Jambi maka tahun depannya di Trenggalek dan sebaliknya. Asyik kan…
Jogjakarta, tepatnya kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah tempat yang mempertemukan Ayah Bundaku. Mereka dulu kuliah disana. Ayah di Fakultas Filsafat sedang Bunda di Sastra Prancis. Semasa mahasiswa, masing-masing senang berkegiatan, alias jadi aktifis. Di Gelanggang Mahasiswa UGM, tepatnya di Unit Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan atau P3K lalu unit ini berganti nama menjadi Unit Kesehatan Mahasiswa atau UKESMA, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) inilah yang memfasilitasi pertemuan mereka.
Waktu masih sama-sama kuliah, Ayah Bunda tidak begitu dekat. Malah setelah lulus S-1 mereka berpisah, ayah bekerja di Jakarta sedang Bunda melanjutkan S-2 di Fakultas Psikologi kampus ang sama. Paling mereka ketemu kalau ada acara reunian atau pernikahan temannya. Nah, suatu ketika Ayah dan Bunda ketemu di Acara pernikahan Tante Eryza di Kediri. Lalu pulangnya bareng satu mobil. Disitulah tampaknya cinta mereka mulai bersemi. Tentang siapa yang lebih dulu naksir, lalu menyatakan cintanya..biarlah jadi rahasia mereka berdua saja.
